Page 3 - ffmagz : emagz photographers 21st issue
P. 3

Editorial

Digital photography offer a lot of easier way for example there are instant preview, we could easily delete picture that
we don’t like, in the other hand analog photography has its own excitements, not only we could enjoy the result of a
photo, but we could also enjoy all the process from the beginning such as choosing a roll of film, determine the film
speed /ISO, type of film, photo format (2:3/3:4/1:1, etc), lighting settings, execution, until it was converted into a print
photo in the darkroom. For analog photography lovers there are things than cannot be achieved in digital photography
such as, tonal, texture, emotion (mood). In other words photographer could feel more to create than capturing.

Fotografi digital saat ini menawaran banyak kemudahan antar lain “instant preview”, kemudian kita juga dapat
langsung menghapus foto yang tidak kita sukai, disisi lain bermain dengan fotografi analog memiliki ke asikan
tersendiri, bukan hanya hasil akhir yang didapat dan di nikmati, namun juga prosesnya dimulai dari pemilihan satu
roll film, pemilihan ISO, jenis film, pemilihan format foto (2:3 / 3:4 / 1:1,dll), pengaturan dan pengukuran lighting yang
tepat, eksekusi hingga menghasilkan cetakan foto didalam kamar gelap. Bagi pecinta forografi analog, ada beberapa
hal yang tidak bisa di peroleh pada kamera digital, antara lain tonal, texture, mood. Dengan kata lain pada proses
analog, fotografer dapat lebih merasa “menciptakan” dari pada merekam.

Warm regards,
Michael Gomulya

                                                                                                                                                                                                                                   ff-magazine 01
   1   2   3   4   5   6   7   8